Sejarah



Medio pebruari tahun 1985 para sesepuh dan Pengurus Daerah Al-Jam’iyatul Washliyah Sibolga/Tapanuli Tengah yang terdiri dari ; Drs.H.Raja Ja’far Hutagalung (Alm), H.Sari Ali Pohan (Alm), H.Zainur Tanjung (Alm), Ismail Tarihoran, Risman Pasaribu, dll, melakukan rapat intern. Membicarakan rencana mendirikan sebuah Perguruan Tinggi sebagai tindak lanjut dari Universitas Al-Washliyah (UNIVA) Sibolga yang telah mati suri sejak tahun tujuhpuluhan.

Pemikiran ini dilatar belakangi oleh konsekwensi ditetapkannya kota Sibolga sebagai pusat pengembangan pembangunan wilayah I. Pembantu Gubsu Wilyah I yang meliputi wilayah ; Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Nias. Ditetapkannya Sibolga sebagai pusat pengembangan pembangunan diwilayah pantai barat, kedepannya sangat memerlukan sumber-sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keterampilan dalam bidang eknomi, khususnya Manajemen Perusahaan.

Ide, dan gagasan ini kemudian mendapat dukungan dari beberapa orang putera daerah Sibolga/Tapanuli Tengah yang ketika itu bertugas sebagai pejabat penting dipemerintahan Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah dan Kantor Gubernur Wilayah I Sumatera Utara. Para tokoh putera daerah itu antara lain ; Drs.H.Zakaria.Y. Lafau (Mantan Sekdakot Sibolga), Drs. Syariful Hutagalung (Alm/Pembantu Gubsu Wilayah I), Drs.Ismail Lumban Tobing ( Alm/Pembantu Gubsu Wilyah I), Drs.H.Syarifuddin Sidabutar (Kepala Kantor Koperasi Tapanuli Tengah), H. Muhammad Saleh Daulay, SH (Kepala Dinas Pendapatan Kota Sibolga) dan juga Dr.Hawaluddin Hutagalung ( Mantan Kadis Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah). Sebagai konsekwensi atas dukungan mereka ini, mereka turut andil sebagai dosen/staf pengajar dan berperan aktif meningkatkan kwalitas pembelajaran kepada mahasiswa tanpa pamrih.

Pada tahun 1986 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga/Tapanuli Tengah resmi dibuka dengan Izin Operasional Mendikbud RI yang diterbitkan oleh Kopertis Wilayah I Sumatera/Aceh dengan Nomor 329/Kop.I/1986 tanggal 19 Juni 1986. Menerima mahasiswa angkatan pertama 1986/1987 pada waktu itu berjumlah 95 orang, dengan Kampus terletak dijalan Pulau Rembang Pasar Belakang Sibolga Eks. Universitas Al-Washliyah (UNIVA) Sibolga. Pada tahun kedua (1987/988) kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga/Tapanuli Tengah kemudian pindah ke jalan Dipenegoro No.66 Sibolga, dengan sewa/kontrak. Hal ini dilakukan oleh karena jumlah mahasiswa yang mendaftar pada tahun kedua (1987/1988) mengalami peningkatan.

Banyaknya permintaan masyarakat kedua daerah ini ketika itu yang oleh para sesepuh dan Pengurus Daerah (PD) Al-Jam’iyatul Washliyah mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Al-Washliyah Sibolga/Tapanuli Tengah. Dengan demikian Kampus yang terletak dijalan Dipenegoro No.66 Sibolga membuka 2 (dua) perguruan tinggi yaitu :
1. Sekolah Tinggi Ilmu Eknomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga/Tapanuli Tengah, dengan pejabat Ketua Drs.H.Ismail Lumban Tobing (Alm)
2. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Al-Washliyah Sibolga/Tapanuli Tengah, dengan pejabat Ketua H.M. Saleh Daulay, SH (Alm).

Namun seiring dengan perjalanan waktu dengan dikeluarkannya kebijakan pemerintah pada tahun 1989 semua Perguruan Tinggi swasta diseluruh Indonesia yang tidak memiliki izin operasional ditutup. Salah satu yang terkena imbas atas kebijakan pemerintah ketika itu adalah Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Al-Washliyah Sibolga/Tapanuli Tengah. Menjadi pertanyaan mahasiswa ketika itu, mau kemana mahasiswa yang telah mengikuti perkuliahan 5(lima) semester ?, sementara biaya untuk itu telah dikorbankan.

Untuk mengakomodir para mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Al-Washliyah Sibolga/Tapanuli Tengah, mereka dipindahkan (transfer) ke Perguruan Tinggi terdekat yang memiliki izin operasional yakni Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadyah Tapanuli Selatan (UMTS) Padang Sidempuan.

Hempasan badai gelombang terus menyertai perjalanan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga, atas belum terselenggaranya ujian negara bagi mahasiswa, surutnya jumlah mahasiswa yang mendaftar pada tahun ketiga dan keempat. Munculnya beberap issu bahwa STIE Al-Washliyah Sibolga/Tapanuli Tengah akan ditutup. Ditambah dengan suksesi kepemimpinan dan tidak diperperpanjangnya sewa/kontrak oleh pemilik gedung. Terus bergulir membalut sejumlah persoalan dari kelanjutan perguruan tinggi ini.

Berkat kegigihan seluruh civitas akademika untuk mempertahankan eksitensi perguruan tinggi ini tetap melanjutkan aktifitasnya maka Izin Operasional sebelumnya ditingkatkan. Peningkatan status tersebut adalah dengan diterbitkannya Surat Keputusan Mendikbud RI Nomor : 060/0/1990 tanggal 23 Januari 1990 dengan Status Terdaftar. Dengan demikian mahasiswa berhak mengikuti ujian negara yang diselenggarakan oleh Kopertis Wilayah I Sumut/Aceh.

Seiring dengan perjalanan waktu kemudian Kementerian Pendidikan RI menerbitkan Surat Keputusan Nomor : 184/U/2001 tanggal 23 Nopember 2001 Tentang Pedoman, Pengawasan, Pengendalian dan Pembinaan Program Diploma, Sarjana dan Pasca Sarjana di Perguruan Tinggi. Surat Keputusan ini memberikan wewenang kepada STIE Al-Washliyah Sibolga/Tapanuli Tengah untuk mengelola sendiri ( otonomi ). Salah satunya adalah dengan melaksanakan ujian negara dikalangan sendiri.

Status Izin Penyelenggara selanjutnya ditingkatkan (re-status) STIE Al-Washliyah Sibolga/Tapanuli Tengah dengan diterbitkannya Surat Keputusan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti) Nomor : 2361/D/T/2005 tanggal 14 Juli 2005.

Beberapa orang Pejabat Ketua yang memimpin perjalanan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga/Tapanuli Tengah sejak berdiri 1986 s/d. 2013 adalah sebagai berikut :
1. Drs. Ismail Lumban Tobing, Alm (1986 s/d. 1988)
2. Drs. Segaryono (1988 s/d.1991) dan (1991 s/d. 1993)
3. Drs. Aguslan Simanjuntak (1993 s/d. 1995)
4. Drs. Ismail Lumban Tobing, Alm (1995 s/d. 1997)
5. Drs. H.M. Salim Siregar, Alm. Rektor IKIP Al-Washliyah Medan Selaku Pelakasana Ketua STIE Al-Washliyah Sibolga/Tap. Tengah (± 2 Bulan Tahun 1997) (November s/d. Desember 1997)
6. Drs.Agus Jamin Simanullang (1998 s/d. 2002) dan (2003 s/d. 2008)
7. Drs.H.Kaharuddin Simamora,SE,MA (2008 s/d. Sekarang)

Setelah terbitnya re-status dari STIE Al-Washliyah Sibolga/Tapanuli Tengah menambah kepercayaan diri dari seluruh civitas akademika, hal ini ditunjukkan dengan bertambahnya jumlah mahasiswa yang mendaftar dari tahun ketahun. Namun disela-sela perasan suka itu pula terjadi peristiwa gempa Nias (2005) dimana Gedung Kampus mengalami kerusakan berat sehingga mahasiswa menumpang gedung SMA Negeri 3 yang kondisi gedung kurang cahaya lampu pada malam hari.

Keperihatinan ini membuat seluruh civitas akademika berpikir keras untuk mendirikan gedung kampus yang representatif. Sejak itu mulai dirancang pembelian lahan kampus. Dengan niat yang tulus dan mulia ini Tuhan pun memberikan jalan terbaik, sehingga lahan kampus dapat diperoleh (dibayar) yaitu di jalan Padang Sidimpuan Km.5 Sarudik Tapanuli Tengah.

Secara bersama-sama para pucuk pimpinan ketika itu Drs.H.Agus Jamin Manullang, Drs. Kaharuddin Simamora,SE, Agus Salim Hasibuan,SE(Alm), Yakub Hutabarat,SE, Darmawan Harefa,SE dan Drs.H.Agus Salim Harahap,MM yang ketika itu masih aktif sebagai Pejabat Wakil Walikota Sibolga melakukan penggalangan dana, ikut berjuang agar pembangunan kampus baru ini ditampung dalam anggaran pemerintah kota Sibolga.

Demikian pula pada tingkat staf dan dosen serta alumni yang antara lain ; Ali Hazmi Nasution, SE (Alm), Misran Tanjung Spdi, Drs. Alfan Surya Hutagalung, Mansur Tanjung,SE, Mhd.Safwan Koto,SE serta Dosen/alumni antara lain Zafril Abdi Nasution,SE,Msi, Drs.Arbein Harahap (Alm), Sahat Simatupang,SE tidak terkecuali bantuan dari pihak ketiga seperti ; H. Anasrul Panggabean (Alm) dan lainnya.

Penghimpunan dana dengan sistem pinjam sementara pribadi-pribadi. Pinjaman dalam bentuk uang mulai dari nilai Rp.500.000.- s/d. Rp.25.000.000.-. Dengan modal ini bergerak cepat untuk segera mewujudkan pembangunan kampus baru. Pada pertengahan bulan Oktober 2005 dilakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung kampus baru oleh Walikota Sibolga ( Bapak Drs. SAHAT.P. PANGGABEAN,MM. Pemerintah kota Sibolga memberikan bantuan pembangunan gedung Kampus yang baru ini sebesar Rp.150.000.000.- yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2005. Kemudian pada tahun kedua Tahun Anggaran 2006 Permerintah kota Sibolga membantu penyelesaian pembangunan gedung kampus tersebut sebesar Rp.60.000.000.-

Sebuah prestasi yang bila ditakar-takar suatu kemustahilan mewujudkan sebuah perguruan tinggi yang repsentatif. Dibangun atas modal dan semangat juang yang peduli dengan pendidikan anak bangsa. Sekolah Tinggi Ilmu Eknomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga/Tapanuli Tengah sekarang ini Insya Allah telah berkembang dengan gedung berlantai dua diatas lahan 0,8 Ha. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah SibolgaTapanuli Tengah kini telah berdiri dengan tegak, memandang kelangit biru.

Kebanggan ini kemudian ditindak lanjuti dengan sebuah keberhasilan atas peningkatan dari status Perguruan Tinggi ini dengan terakreditas Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2009. Akreditas BAN-PT Nomor : 005/BAN-PT/Ak-XII/SI/IV/2009 tanggal 24 April 2009. Dengan usia yang kini 27 tahun (1986-2013 telah melahirkan banyak alumni yang kini mengabdi dan bekerja dalam bidang pemerintahan dan swasta khususnya dikedua daerah ini.

Harapan dan dukungan dari semua pihak khususnya Pengurus Besar Al-Jam’iyatul Washliyah bahwa apa yang telah dirintis oleh para sesepuh dan Pengurus Daerah Al-Jam’iyatul Washliyah Sibolga/Tapanuli Tengah yang kemudian dilanjutkan oleh generasi pasca gedung kampus yang baru dijalan Padang Sidempuan Km.5 Sarudik dapat menjadi catatan sejarah yang tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan. Semoga.