Forced Selling di Kampung Inggris Pare: Uji Keabsahan Akad Berbasis Prinsip An Tarāḍin
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan praktik tied selling di Kampung Inggris Pare, berdasarkan prinsip an tarāḍin dalam fiqih muamalah. Kampung Inggris Pare dikenal sebagai kawasan pendidikan yang juga memiliki dinamika ekonomi yang tinggi. Salah satu fenomena yang muncul adalah praktik tied selling, di mana konsumen dituntut untuk membeli barang atau jasa tambahan sebagai syarat untuk mendapatkan produk utama. Praktik ini memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana prinsip an tarāḍin, yang mengharuskan adanya kerelaan dalam transaksi, dapat diterapkan dalam transaksi semacam ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode empiris-normatif, di mana data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap praktik penjualan di Kampung Inggris Pare serta wawancara dengan pelaku usaha dan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik tied selling di Kampung Inggris Pare tidak selalu memenuhi prinsip an tarāḍin, terutama ketika terdapat unsur tekanan atau paksaan dalam transaksi, yang mengurangi kebebasan konsumen dalam memilih. Meskipun demikian, transaksi yang dilakukan dengan kebebasan penuh dan tanpa adanya tekanan tetap dapat dianggap sah menurut prinsip an tarāḍin. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan menawarkan model analisis yang dapat digunakan untuk menilai keabsahan praktik tied selling dalam konteks fiqih muamalah, serta memberikan rekomendasi agar pelaku usaha lebih memperhatikan aspek kebebasan memilih dalam setiap transaksi, guna memastikan bahwa setiap akad dilakukan dengan kerelaan yang murni.
References
Fadilatunnisa, N., Hidayati, A., Carlos, J., Azzait, R., & Syamsiah, S. (2025). Fiqh Muamalah: Hukum Jual Beli dalam Islam. Aksioma : Jurnal Sains Ekonomi Dan Edukasi, 2(7), 1460–1469. https://doi.org/10.62335/aksioma.v2i7.1433
Fahmi, T. (2022). Konsep Riba Dalam Fiqih Muamalah Maliyyah Dan Praktiknya Dalam Bisnis Kontemporer. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 8(02), 1270–1285.
Herianingrum, S. S. S. (2022). Islamic business ethics in the framework of higher ethical objective (Maqasid al-Shariah): a comprehensive analysis and future research directions. Sulaeman Sulaeman; Sri Herianingrum. https://doi.org/10.1108/IJOES-12-2024-0398
Hidayatullah, N. S. (2024). Analyzing tied selling in the context of an tarāḍin in fiqih muamalah. Jurnal Ekonomi Islam, 3(12), 234–250. https://doi.org/10.1007/jeco.2024.03456
Hidayatullah, N. S., & Afif, M. (2024). Paradigma Perdagangan Dalam Islam (Telaah Taradhin Dalam Akad Jual-Beli). El-Kahfi| Journal of Islamic Economic, 05(01), 1–13. https://ejournal.mannawasalwa.ac.id/index.php/elkahfi/article/view/215%0Ahttps://ejournal.mannawasalwa.ac.id/index.php/elkahfi/article/download/215/104
Laud Pulungan, Amroeni, W. W. U. (2025). Analisis hermeneutik“an taradin minkum” pada qs. An-nisa’ ayat 29 dalam tafsir al-misbah dan tafsir al-munir serta signifikansinya terhadap perdagangan digital. 17(1). https://doi.org/doi.org/10.3783/tashdiqv2i9.2461
Masih, M. (2021). Islamic Finance and Banking. Emerging Markets Finance and Trade, 53(7), 1455–1457. https://doi.org/10.1080/1540496X.2017.1361650
Nur Afif Afandy, M., Dinurri’anah, U., Fandi Atmaja, F., Nurozi, A., & Asmuni, A. (2022). Concept of `An-Taradhin Minkum in the Perspective of Qur’an and Hadith. KnE Social Sciences, 2022, 285–296. https://doi.org/10.18502/kss.v7i10.11366
Ridwan, H., Abubakar, A., Sadiq Sabri, M., Arafah, M., & Ali, R. (2023). Transparansi Pengelolaan Dana Asuransi Syariah Meningkatkan Kepercayaan nasabah. Jurnal Adz-Dzahab: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 8(1), 23–42.
Rifka Alkhilyatul Ma’rifat, I Made Suraharta, I. I. J. (2024). Pelaksanaan produksi produk halal food menggunakan akad kerjasama di tinjau dari prinsip tabadul al-manafi dan an’taradhin. 2(1), 306–312. https://doi.org/10.22373/jurista.v10i1.359
Wicaksana, A., & Rachman, T. (2020). English Language Learning Based on Non-Formal Education in Kampung Inggris Kediri. Lingua Center of Language and Cultural Studies, 17(1), 79–94. https://doi.org/10.30957/lingua.v17i1.629.Keberadaan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


