Manajemen Pendidikan Karakter Melalui Keterampilan Berbicara terhadap Peserta didik MDTA Muhammadiyah Pijorkoling
Abstract
Pendidikan Karakter sudah mulai hilang dari diri peserta didik. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan pendidikan karakter melalui keterampilan berbicara. Keterampilan berbicara dibuat dalam dua metode, yaitu metode bercerita dan berpidato. Teknik pengumpulan data dilakukan secara observasi, wawancara, beserta dokumentasi yang merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomelogi. Selanjutnya, analisis data dilakukan dengan triangulasi. Dari Sembilan pendidikan karakter yang dirumuskan Indonesia Heritage Foundation (IHF) ada tujuh pendidikan karakter yang ditemukan pada peserta didik di MDTA Muhammadiyah Pijorkoling. Pendidikan karakter itu terdiri dari kejujuran, cinta kepada Allah, kemandirian, kreatif, rendah hati, percaya diri, hormat, dan santun. adapun faktor yang menghambat implementasi pendidikan karakter melalui keterampilan berbicara yaitu dari lingkungan eksternal seperti tidak adanya dukungan keluarga, pandemi covid-19 yang membuat tatap muka berkurang, tontontan televise dan media sosial yang tak dipantau. Kemudian faktor-faktor yang mendukung implementasi yaitu dukungan dari sekolah dan pihak eksternal sekolah yang harus bekerja sama. Dengan demikian, implementasi pendidikan karakter melalui keterampilan berbicara perlu dilakukan secara signifikan dan berulang-ulang. Secara otomatis, pendidikan karakter tersebut akan teritegrasi pada peserta didik sebagai cikal-bakal masa depan anak bangsa.
References
Alwi,Hasan dkk. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Apriani, H. S. (2013). “Pengembangan Keterampilan Berbicara Melalui Teknik Reka Cerita Bergambar Pada Anak TKK”. http://www.repository.upi.ed. Diakses 25 April 2018.
Febrianshari, D., Kusuma, V. C., Jayanti, N. D., Ekowati, D. W., Prasetya, M. Y., Widiyanti, W., & Suwandayani, B. I. (2018). Analisis nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembuatan Dompet Punch Zaman Now. Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD), 6(1), 88-95.
Firdaus, Z. Z. (2012). Pengaruh unit produksi, pengalaman prakerin dan dukungan keluarga terhadap kesiapan kerja siswa SMK. Jurnal pendidikan vokasi, 2(3).
Hasan. dkk. 2010. Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-nilai Budaya Untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa. Kemendiknas. Jakarta.
Hasibuan, N. S. (2019, September). ANALISIS NILAI MORAL DALAM CERITA RAKYAT SAMPURAGA PADA MASYARAKAT MANDAILING NATAL. In PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN (Vol. 2, No. 2, pp. 1184-1191).
Hasibuan, N. S., Puansyah, I., & Hasibuan, A. Y. (2020). Analisis Cerita Rakyat Mandailing “Sampuraga”: Suatu Kajian Pendekatan Objektif dan Nilai Pendidikan Karakter. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology), 5(2), 222-235.
Hidayati, A. (2018). Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Pendekatan Komunikatif Kelas V Sd Padurenan Ii Di Bekasi Tahun Pelajaran 2016/2017. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 5(2), 83-95.
Kemendiknas. (2010). “Pembinaan Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah Pertama”. Jakarta:Badan Penelitian dan Pengembangan.
Kesuma, Dharma. dkk. 2012. Pendidikan Karakter Kajian Teori dan Praktik di Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Ningsih, S. (2014). Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Metode Bercerita Siswa Kelas III SD Negeri 1 Beringin Jaya Kecamatan Bumi Raya Kabupaten Morowali. Jurnal Kreatif Online, 2(4).
Nurgiyantoro, B. (2001). Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra Edisi ke-3. Yogyakarta: PT BPFE.
Permendiknas (2006). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006 tentang Tujuan Pendidikan.
Purwadi, A. J., Yulistio, D., & Kurniawan, R. (2021). Peningkatan Keterampilan Berbicara Mahasiswa melalui Praktik Berpidato dan Praktik Bercerita Menggunakan Video Pembelajaran Praktik Berbicara. Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, Dan Asing, 4(2), 373-397.
Rahayu, R. (2016). Peningkatan karakter tanggung jawab siswa SD melalui penilaian produk pada pembelajaran mind mapping. Jurnal Konseling Gusjigang, 2(1).
Rofi‟udin, A. dan Zuchdi, D. (2001). Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas Tinggi. Malang: Universitas Negeri Malang.
Samani, Muchlas., & Hariyanto. (2013). Pendidikan karakter, konsep dan model. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Wahyudin, A. (2009). Analisis Hubungan Motivasi, Good Governance Terhadap Kinerja Institusi Pendidikan Yang Dimoderasi Karaktersitik Biografi. Jurnal Dinamika Akuntansi, 1(1).
Winkel, W. S. (2021). Bimbingan dan konseling di institusi pendidikan.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


